NewsAI
news
Meta Hapus Paksa Fitur AI 'Muse Image' Usai Menuai Badai Kritik Privasi

Meta Hapus Paksa Fitur AI 'Muse Image' Usai Menuai Badai Kritik Privasi

Artikel:

Meta secara mendadak menarik fitur kecerdasan buatan (AI) terbarunya, Muse Image, dari Instagram pada pekan ini setelah mendapat kecaman luas selama beberapa hari terakhir. Fitur yang baru diluncurkan pada Selasa (7/7/2026) tersebut memungkinkan pengguna chatbot Meta AI untuk menandai akun publik di Instagram dan langsung membuat atau mengubah gambar menggunakan konten dari akun yang ditandai.

Kontroversi muncul karena fitur ini langsung mengikutsertakan semua pengguna dengan akun publik secara otomatis (opt-in by default). Kebijakan ini memicu kekhawatiran bahwa kemiripan fisik atau identitas seseorang dapat digunakan untuk membuat konten palsu tanpa sepengetahuan maupun izin mereka.

Menanggapi tekanan yang ada, Meta mengaku telah "meleset dari sasaran" (missed the mark) dan memastikan fitur tersebut sudah "tidak tersedia lagi" di platform. "Niat kami adalah menyediakan alat kreatif yang berguna dan memberi kendali kepada pengguna atas apakah konten publik mereka bisa dirujuk dengan cara ini. Kami telah mendengar masukan Anda," ujar Meta dalam pernyataan resminya.

Keputusan ini disambut sebagai sebuah "kemenangan" oleh serikat pekerja Hollywood, Sag-Aftra. Sebelumnya, organisasi tersebut mendesak para anggota dan seluruh pengguna Instagram untuk melindungi kemiripan wajah mereka, serta menyebut langkah awal Meta sebagai "salah perhitungan total terhadap sentimen publik terkait bahaya yang jelas dari penggunaan semacam itu."

Organisasi hak asasi manusia asal London, Privacy International, juga mengkritik keras fitur tersebut. Mereka menyampaikan kepada BBC bahwa insiden ini merupakan "tanda terbaru bahwa perusahaan AI melihat gambar dan data masyarakat sebagai bahan mentah yang bisa dieksploitasi."

Meskipun fitur ini ditarik, Meta berencana untuk terus mengembangkan AI di ekosistemnya. Perusahaan menyebutkan bahwa lebih banyak fitur AI dan integrasi sedang direncanakan untuk WhatsApp, Facebook, dan Messenger. Selain itu, Meta juga dikabarkan sedang mengembangkan alat pembuat video berbasis AI. Perusahaan menolak memberikan komentar lebih lanjut.